<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2378">
<titleInfo>
<title>analisa teknis penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai penggerak utama pada kapal tonasa line XIX</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Sardono Sarwito, M.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Choirulloh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi, 46 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai penggerak utama kapal merupakan salah satu alternatif pengganti sistem penggerak konvensional yang saat ini masih banyak diterapkan pada kapal-kapal di Indonesia. Penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai penggerak utama kapal mendukung pengembangan teknologi kapal ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai  penggerak utama kapal dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang diharapkan bisa mengurangi pemanasan global. Pada penelitian ini akan dikaji secara teknis mengenai penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai penggerak utama kapal. Analisa teknis dilakukan dengan membandingkan penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai penggerak utama kapal dengan sistem konvensional yang saat ini masih banyak digunakan pada kapal-kapal Indonesia. Motor listrik yang dipilih memiliki daya 1250 kW bermerk ABB karena memiliki daya tidak jauh dengan daya main engine sebelumnya yaitu 1214 kW, generator memiliki daya 1350 kW dan konverter frekuensi memiliki kapasitas 1550 kVA. Generator memiliki ukuran panjang 5932 mm, lebar 1920 dan tinggi 2373 mm. Konverter frekuensi memiliki ukuran panjang 2250 mm, lebar 1290 mm dan tinggi 2145 mm. Motor listrik memiliki ukuran panjang 2455 mm, lebar 1175 mm dan tinggi 1510 mm. Jadi untuk penempatan generator, konverter frekuensi dan motor listrik pada kamar mesin masih mencukupi. Volume total bahan bakar pada saat propulsi konvensional adalah 38,23162089 m3 membutuhkan biaya 347907750,1 rupiah dan volume total bahan bakar pada saat propulsi elektrik  adalah 42,38442354 m3 membutuhkan biaya 385698254,2 rupiah.</note>
<subject authority=""><topic>penggerak utama</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Motor Induksi Tiga Fasa</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.18.14 Cho a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0201232018</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.18.14 Cho a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2378</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-07 14:00:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-07 14:00:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>